Pada suatu jeda istirahat makan siang, Stevanie T. Simatupang mendorong saya untuk mendirikan sebuah klub baca. Inisiatif ini bermula dari obrolan ringan tentang Yuval Noah Harari, yang dalam postingan Instagramnya (15 Februari 2024), mengatakan bahwa sensor mutakhir tidak bekerja dengan menyembunyikan fakta, melainkan membanjiri kita dengan fakta-fakta lain. Kebisingan fakta-fakta ini melumpuhkan kemampuan kita untuk memilah mana informasi yang penting dan mana yang tidak.
Obrolan santai itu mengerucut pada pandangan kami bahwa kita perlu lebih reflektif terhadap bahan bacaan. Dalam konteks ini, membaca tidak hanya diartikan sebagai tindakan konsumtif (mencari yang mudah dicerna dan menghibur), tetapi juga tindakan sadar yang mendorong kita untuk bertanya tentang apa yang kita baca, bagaimana memilih bacaan, dan bagaimana memproses informasi yang ada di sana.
Dari obrolan itu, ide untuk menginisiasi sebuah perkumpulan yang mengupayakan kesadaran membaca dengan lebih reflektif itu lahir: OJK Book Club.
Tanpa mengesampingkan kekuatan dari pembacaan secara mandiri, kami meyakini bahwa membaca secara komunal dalam suatu perkumpulan akan banyak membantu dalam melahirkan keberagaman perspektif, yang memberi peluang pada kemunculan narasi alternatif, dan bisa lebih jauh melihat di balik fasad sebuah teks, mempertanyakan asumsi dan premis yang mungkin luput diperiksa, atau mengidentifikasi kemungkinan bias/propaganda dari bahan bacaan. Dengan membaca seperti ini, kami meyakini perkumpulan membaca juga dapat mendorong kita untuk berpikir, merasa, dan, pada akhirnya, bertumbuh sebagai individu.
Tujuan-tujuan semacam itu akan terakselerasi dari adanya percakapan. Oleh karena itu, selain membaca buku, pertemuan diskusi juga merupakan kegiatan inti komunitas. Pertemuan ini adalah upaya untuk mewujudkan percakapan itu.
OJK Book Club berpandangan bahwa percakapan yang sehat, setara, dan menyenangkan berangkat dari asumsi bahwa semua pihak yang terlibat dalam percakapan memiliki informasi yang simetris. Dengan asumsi ini, maka percakapan yang efektif tentang suatu buku memerlukan acuan bersama, yaitu buku apa yang dipilih untuk diperbincangkan.
OJK Book Club menawarkan kegiatan kuratorial untuk menjawab apa dan bagaimana kita memilih bacaan bersama. Tentu saja kuratorial ini tidak menjanjikan bahan bacaan yang paling tepat untuk kebutuhan masing-masing anggota. Namun dalam konteks komunitas pembaca, kuratorial dapat berfungsi selayaknya jangkar. Ia diletakkan di bawah, bukan untuk jemawa menjadi penunjuk navigasi, melainkan membantu bahtera pembaca agar tidak terombang-ambing dalam lautan bahan bacaan yang tersedia. Semakin kuat jangkar, maka semakin ajek pula ia memberi jaminan mutu bagi semua penumpang dalam bahtera.
Naskah pertanggungjawaban kuratorial dibuat sebagai upaya agar anggota klub bisa ikut memeriksa jangkar itu. Melalui naskah pertanggungjawaban, anggota memperoleh kesempatan memahami pemikiran, pertimbangan, dan keputusan yang mendasari pilihan kuratorial. Sehingga naskah kuratorial tidak hanya membuka ruang dialog antara pembaca dan kurator, tetapi juga menanamkan rasa kepemilikan dan keterlibatan yang lebih dalam terhadap komunitas. Semua kritik yang tertuju pada desk kuratorial tidak dipandang sebagai penolakan atau negativisme, melainkan masukan untuk memperkaya dan memperbaiki kualitas kuratorial ke depannya. Kritik menjadi bagian dari proses belajar dan berkembang bersama. Dengan demikian, naskah kuratorial bukan hanya menjadi alat untuk mempertanggungjawabkan keputusan yang telah diambil, tetapi juga sebagai langkah proaktif meningkatkan kualitas kerja-kerja kuratorial melalui kolaborasi dan refleksi bersama. Dengan menyitir ungkapan Socrates, kuratorial ingin menyalakan api, bukan mengisi wadah.
Pertemuan santai untuk membedah buku hasil pembacaan diselenggarakan sebulan sekali. Pertemuan ini terbuka bagi seluruh anggota, baik yang telah menyelesaikan bahan bacaan, yang belum selesai, atau bahkan belum sama sekali. Mereka yang sudah membaca didorong untuk menyampaikan perspektif, pengalaman, dan pengetahuannya. Sementara mereka yang belum merampungkan bahan bacaan ditarik untuk mendengar ragam perspektif, pengalaman, dan pengetahuan yang ditawarkan. Dengan cara ini, OJK Book Club meyakini pertemuan akan menjadi ruang produksi pengetahuan bersama. Risalah pertemuan ini akan didokumentasikan dan diterbitkan sebagai produk pengetahuan melalui kolom Risalah di situs ini agar mudah diakses oleh siapa saja.
Di akhir tahun, komunitas akan menentukan satu “Book of The Year” versi OJK Book Club, yang dipilih secara bersama-sama dari buku-buku yang telah dibaca di tahun berjalan.
Demikian ihwal OJK Book Club. Kami mengundang Insan OJK untuk bergabung.
Disertai salam dan hormat,
Irwanto Laman
Informasi Ringkas
OJK Book Club adalah komunitas pembaca dari pegawai OJK; didirikan dengan kesederhanaan namun dengan prinsip kuat: kita dapat menemukan lebih banyak hal secara bersama-sama daripada kita melakukannya sendiri.
Informasi Kontak
Surel:
redaksi @ojkbook.club
Alamat:
Wisma Mulia 2, Kuningan Barat, Jakarta
Kebijakan
Pengiriman Esai
Kami sangat senang menerima kiriman esai tentang buku untuk diterbitkan pada kolom Resonansi. Silakan lihat Pedoman Pengiriman Naskah.
Komentar
Kami ingin ojkbook.club menjadi ruang yang mencerminkan suara-suara penuh semangat, beragam, beradab, dan menghormati orang lain. Pedoman untuk komentar sederhana saja: relevan, sopan, dan fokus pada isu, bukan orang. Baca lebih lanjut Kebijakan Komentar kami.
Koreksi
Kami berkomitmen menyajikan artikel yang akurat. Jika Anda yakin kami membuat pernyataan salah atau menyajikan/mengutip data, informasi, sumber, atau fakta yang tidak akurat, mohon kirimkan surel untuk mengoreksi ke redaksi @ojkbook.club. Kami akan segera meninjau dan memperbarui artikel tersebut dengan catatan koreksi.
Privasi
Kami ingin pengunjung memahami bagaimana kami mengumpulkan dan menggunakan informasi pengunjung dari situs ini. Silakan baca Kebijakan Privasi lebih lanjut.
Penyangkalan
Semua tulisan yang diterbitkan dalam situs ini tidak mencerminkan sikap atau pandangan OJK secara institusional. Pemeriksaan dan reviu tulisan melalui meja redaksi atas keakuratan fakta, data, sumber, dll. yang dipakai dalam tulisan, tidak mengeliminasi refleksi, penafsiran, opini, komentar, pandangan, sikap, atau pemikiran pribadi terkait dengan pembacaan buku-buku oleh para pegawai yang tergabung dalam komunitas pembaca, sehingga pengunjung situs memahami bahwa opini dan pandangan yang disampaikan dalam setiap tulisan merupakan pandangan pribadi penulis dan tidak mencerminkan sikap/pandangan resmi OJK atau lembaga manapun.
