TERBARU

Para Perampang: Tubuh Yang Dijinakkan dan Agama Yang Dibajak

Kami tak ingin meromantisasinya menjadi hikayat duka tiga dara Fulani. Melainkan dari itu, kami ingin membacanya sebagai teks yang menelanjangi bagaimana kekuasaan patriarki masuk ke tubuh, bahasa, dan menjejali tabula rasa perempuan. Salain itu, kami juga ingin mengajukan pertanyaan-pertanyaan kunci, yang sementara sampai dengan esai ini diterbitkan, belum bisa kami jawab lantaran kedangkalan pengetahuan kami…

Lanjut baca

Kasus Althusser Pembunuh: Kenapa Kekerasan Terhadap Perempuan Lebih Berdosa?

Di titik inilah banalitas kejantanan bekerja. Ia tidak selalu hadir sebagai teriakan kebencian yang vulgar, tetapi sebagai kebiasaan sehari-hari yang dianggap wajar: candaan yang merendahkan, norma yang memaklumi kecemburuan posesif, pembenaran atas kontrol, hingga ungkapan klasik bahwa “urusan rumah tangga” tak layak dicampuri. Ketika praktik-praktik kecil ini berulang tanpa interupsi moral dari kita, ia menciptakan…

Lanjut baca

Keindahan Yang Menipu: Membaca Kawabata di Balik Upacara Minum Teh

Yang ditinggalkan Kawabata bukanlah penghiburan, melainkan semacam diagnosis muram: kadang-kadang keindahan hanyalah selubung rapi untuk luka yang tidak pernah kita sebutkan. Dan itulah peringatan yang terasa masih relevan hari ini: jangan gampang percaya pada sesuatu hanya karena tampak indah.

Lanjut baca

Konstitusi di Ujung Keris: Membongkar Ilusi Hukum — dari Magna Charta hingga Politik Patronase Hari Ini

Pada akhirnya, kami berpendapat paralel dua Magna Charta di tangan Pramoedya bukan sekadar trivia historis, melainkan alat kritik berganda. Ia menguliti ilusi hukum—menunjukkan betapa mudahnya “konstitusi” berubah jadi dekorasi kekuasaan, sekaligus mengingatkan bahwa sejarah selalu memberi ruang bagi perlawanan: entah lewat keris Empu Gandring di abad XIII atau lewat pena seorang tahanan politik di abad XX. Kebebasan tetap…

Lanjut baca

Kuratorial IX

KANON[1] sastra Amerika Latin terkenal dengan tradisinya yang bercorak realisme magis. Pengarang-pengarang besar seperti Gabriel Garcia Márquez[2], Isabela Allende[3], dan Juan Ruflo[4]  adalah nama-nama yang sering mencuat dalam percakapan-percakapan tentang sastra wilayah ini. Karya-karya monumental mereka, yang sangat disegani, berciri pada perpaduan harmonis antara realitas dengan unsur-unsur magis. Meskipun unsur magis dalam karya mereka tidak…

Lanjut baca

Undangan menulis di ojkbook.club

Kami mengundang pembaca di OJK Book Club menulis tentang buku untuk diterbitkan dalam kolom Resonansi di situs ini. Kami mengharapkan tulisan berbentuk esai mengalir yang enak dibaca. Info selengkapnya, kunjungi laman Kebijakan Pengiriman Naskah.