Setelah membaca Eropa melalui pengalaman Olga, pada kesempatan ini kami ingin mengajak pembaca melihat dan membaca Asia. Ada begitu banyak fiksi memukau lahir dari alam pikiran Asia, yang menentang stereotip yang dilekatkan ke orang Asia, yang menampakkan kelakuan manusia-manusianya, sampai yang menunjukkan kerumitan-kerumitan identitas Asia itu sediri. Satu yang menonjol yang kami anggap pas untuk dibaca pada edisi Mei 2024 adalah kisah tentang Yeong-hye.
Habis gelap tak terbit terang. Itulah kesan pertama cerita ini. Ia bukan cerita yang memberi harap seperti kumpulan surat-surat Kartini, aristokrat Jepara. Tapi ia cerita tentang Yeong-hye, perempuan biasa dari Seoul yang memiliki kisah kelam tidak biasa. Kisah Yeong-hye seluruhnya gelap, dari awal sampai akhir, mengusik kami mencari secercah terang sepanjang cerita. Tapi semakin berusaha mencari terang untuk penjelasan, terang itu semakin kabur dan samar-samar. Dalam membaca cerita semacam ini, kadang-kadang kami berpikir memang di situ lah poin utamanya.
Kami menggambarkan pembacaan kisah Yeong-hye seperti kami menikmati Black Square[1] karya pelukis Kazimir Malevic. Jika ekspresi artistik Black Square kami anggap tidak memerlukan penggambaran objek fisik yang kompleks, kisah Yeong-hye juga tidak memerlukan kalimat-kalimat mewah atau berlebihan. Mereka memperlihatkan kesederhanaan dari luar tapi menyimpan kerumitan internal yang mendalam dan menganggu: membangkitkan emosi, pertanyaan, dan kontemplasi eksistensial di kepala. Maka atas emosi dan pertanyaan yang muncul selama membaca kisah Yeong-hye, kami sikapi pula apa adanya, tidak mengait-ngaitkan kelogisan cerita, dan membiarkan emosi naik turun mengalir seiiring pembacaan. Sebagaimana Black Square tidak menyajikan detail visual yang riuh, kisah Yeong-hye membebaskan kami dari beban interpretasi yang berlebihan, mengajak kami untuk lebih fokus pada esensi dari perasaan dan pikiran yang ditimbulkannya.
Kisah Yeong-hye yang nampak sederhana itu bisa kita baca dari novel Vegetarian karangan Han Kang. Vegetarian pada mulnya ditulis dan diterbitkan secara terpisah dalam tiga serial novela (novel pendek) di Korea Selatan. Yang beredar saat ini dalam versi terjemahan adalah struktur narasi dari tiga novela yang sudah digabung menjadi satu. Masing-masing novela bercerita tentang Yeong-hye dari sudut pandang yang berbeda: suaminya (Cheong), ipar laki-lakinya (tak bernama), dan kakak perempuannya (In-hye). Meskipun Yeong-hye menjadi tokoh sentral dalam semua cerita, suaranya jarang terdengar. Suaranya hanya muncul pada monolog tentang mimpinya. Perilakunyalah yang justru bersuara lebih keras dari kata-katanya. Dan kita akan menyaksikan transformasi perilaku Yeong-hye itu dari tiga sudut pandang orang-orang tersebut.
Cerita bermula ketika Yeong-hye secara tiba-tiba memutuskan berhenti makan daging. Vegetarianisme ini secara radikal mengubah perilakunya, tak hanya menyangkut makanan tapi hal-hal lain yang memicu konflik keterasingan bagi Yeong-hye dengan keluarganya. Konsekuensinya merembet ke konflik-konflik lain yang kian kompleks dan gelap.
Han Kang mengatakan novel ini bukan kritik terhadap Korea Selatan tapi membawa tema yang lebih universal. Meskipun demikian, karena Vegetarian menggunakan latar Seoul dan tradisinya, ia membawa kita melihat wajah Korea Selatan yang lebih luas, yang jarang kita dengar: modernitas versus tradisi, individualisme, kesehatan mental, dan tekanan sosial.
Novel ini bukan hanya tentang vegetarianisme sebagai pilihan diet; tapi juga mengajak kita untuk bertanya tentang otonomi tubuh, kebebasan pribadi, dan harga dari individualitas dalam menghadapi tradisi yang keras, termasuk pada bagian akhir kita diajak pada batas kegilaan dan kewarasan. Cerita Yeong-hye adalah representasi usaha manusia menemukan dan mempertahankan identitasnya dalam dunia yang sering kali terlalu sempit untuk memuat keunikannya.
Hal lain yang menarik sepanjang membaca novel ini adalah menikmati kepiawaian Kang dalam mengekspresikan hal-hal tidak biasa dengan cara yang biasa-biasa saja. Kang menggunakan bahasa yang terkendali dan ekonomis, membiarkan kekuatan ceritanya muncul melalui apa yang tidak dikatakan secara langsung atau melalui adegan-adegan yang tampaknya biasa-biasa saja. Cara ini menimbulkan kesan otoritatif pada tokoh Yeong-hye, yang kami pandang semestinya ia memang harus bertindak demikian.
Selain itu, intensitas dan kekuatan Vegetarian terletak dalam keseluruhan narasi dan penggambaran tokoh sentralnya, bukan dalam frasa atau kalimat-kalimat yang spektakuler. Ini membuat Vegetarian kami pandang tidak seperti kebanyakan novel sekarang di era media sosial. Kita akan menemukan keunikan teknik literernya, yang membuat kita kesulitan menemukan frasa atau kalimat yang kami sebut ‘stabilo-able’, yang secara telanjang bisa dimaknai dalam kalimat tunggal. Sehingga jika kita gemar mengunggah nukilan-nukilan novel ke Instagram atau media sosial, kemungkinan kita perlu memberi penjelasan lebih lanjut agar nukilan itu lebih bermakna untuk dipahami oleh mereka yang tidak membaca Vegetarian. Setidaknya itu yang kami tangkap saat membaca versi terjemahan bahasa Indonesia. Kami tidak membaca edisi bahasa Korea (karena keterbatasan kemampuan bahasa) dan belum memeriksa edisi bahasa Inggris, sehingga pandangan kami atas hal ini masih bisa keliru.
Vegetarian telah diterjemahkan ke 33 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Edisi bahasa Inggris diterjemahkan oleh Deborah Smith, yang mengantarkannya meraih penghargaan Man Booker International Prize (MBIP) tahun 2016. Edisi bahasa Indonesia diterjemahkan oleh Dwita Rizki. Keduanya diterjemahkan secara langsung dari karya aslinya berjudul Ch’aesikjuuija (채식주의자).
Demikian naskah kuratorial edisi III. Semoga kita selalu menemukan terang dalam setiap kegelapan.
Salam hangat dan terang dari kami,
Irwanto Laman & R. Celsa Dona.
[1] Black Square, dilukis 1915, secara historis dan konseptual menempatkan Malevich sebagai salah satu pelopor dalam eksplorasi artistik dan teoritis yang mendorong perkembangan lukisan abstrak.

This book is so good, it hits me really hard in every aspect. Ini akan menjadi salah satu buku yang akan saya rekomendasikan kepada orang-orang terdekat saya. Great choice,tim kurasi OJK Book Club!