Ada benang merah di antara keduanya: Kierkegaard menekankan pentingnya keterhubungan, sementara caca mbolot menawarkan bagaimana merawat keterhubungan itu. Lebih jauh, dari konsep diri yang dijelaskan oleh Kierkegaard, saya dapat melihat bagaimana caca mbolot sebagai kearifan lokal masyarakat Manggarai adalah ekspresi dari konsep yang universal, yaitu pengenalan dan pemahaman terhadap hubungan antara diri sendiri, orang lain, dan warisan budaya atau sejarah yang membentuk identitas individu dan komunitas.
