Di satu sisi, Taleb membangun definisi Black Swan dengan menekankan pada sifat kejadiannya yang tidak bisa diprediksi atau dijelaskan berdasarkan pengalaman masa lalu. Di sisi lain, falsifikasi ilmu pengetahuan menuntut adanya bukti empiris untuk mendukung atau menolak suatu hipotesis. Keduanya tidak bertemu: falsifikasi meminta pengalaman, tapi Black Swan tidak memberi pengalaman karena peristiwanya belum terjadi atau tidak bisa diramalkan dengan bukti-bukti dari pengalaman masa lalu. Dalam keadaan seperti ini, metode falsifikasi ilmu pengetahuan tidak cukup atau tidak akan pernah cukup menangani peristiwa Black Swan. Dengan rendah hati kita harus mengakui keterbatasan manusia dengan peralatan ilmiahnya. Ilmu pengetahuan yang dibangun dengan metode ilmiah jelas sangat berguna untuk memahami dunia, tapi ia juga punya batasan dalam kemampuannya memahami alam semesta secara menyeluruh. Ilmu pengetahuan, untuk sementara ini, belum bisa menangani “kejutan-kejutan” dari dunia yang tidak bekerja konsisten terhadap masa lalu.
